Pesan angin pada daun

Disebuah hutan, terdapat sebuah pohon yang terlihat sangat besar dan tua. Pohon tersebut sudah tak lagi berbuah, ranting dan daunya pun mulai gugur dan tak tumbuh lagi.
Wuusss..
Suara angin terdengar berhembus membawa daun kering pada pohon tersebut pergi.
" Hei angin! berhentilah berhembus. Tidakkah kau lihat, kami berguguran karena dirimu "
Sang daun dari pohon tua tersebut tampak begitu kesal pada angin.
" Tugasku memang lah harus berhembus, bagaimana mungkin kau menyuruhku untuk berhenti berhembus? " Kata sang angin tenang
" Kalau kau terus berhembus di dekatku maka aku akan gugur "
" Bukankah siklus mu memang seperti itu, kau tumbuh lalu gugur " ujar angin lagi
" Aku tidak ingin gugur, jika aku gugur maka akan semakin sedikit daun yang ada pada pohon ini. Pohon ini akan merasa kesepian lalu mati " daun berkata dengan sedih.
" Semakin banyak daun dan ranting yang gugur, itu akan lebih baik untuk pohon ini " kata angin
Daun yang bingung dengan perkataan dari angin kembali ingin bertanya. Namun, belum sempat ia bertanya, sang angin sudah pergi.
Di suatu pagi, datanglah seekor burung yang tampak sedang berburu makanan. Sang burung tersebut hinggap pada pohon tua itu. Tapi tidak berselang lama kemudian, sang burung terbang pergi dari pohon tua itu. Daun begitu sedih, bahkan saat ada yang membutuhkan makanan, pohon ini tak dapat membantu apa-apa.
Daun ingat bagaimana dulu saat pohon ini masih begitu lebat dan sehat. Saat pohon ini masih ditumbuhi oleh buah yang segar. Saat pohon ini terlihat berdiri kokoh dan tegak dengan begitu gagah.
Wusss..
Angin lagi-lagi berhembus kencang. Daun dan ranting pohon tua itupun gugur dan patah ikut terbawa angin.
" Bukankah sudah kukatakan, jangan berhembus disini angin " kata daun pada angin
" Tubuh kami sudahlah tidak kuat menahan hembusan mu " kata daun lagi dengan putus asa.
" Jika sudah tidak kuat maka gugurlah, jika ingin membantu pohon ini maka gugurlah. Jangan menentang siklus mu daun " ujar angin lalu pergi
Daun begitu kesal dengan perkataan dari angin yang selalu membuat nya penasaran. Saat ia ingin bertanya maksud dari perkataan angin, ia selalu pergi terlebih dahulu tanpa daun sempat bertanya.
Daun terus memikirkan maksud dari perkataan angin. Ia tentu sangat ingin membantu pohon ini, ia ingin pohon ini dapat segar kembali seperti dulu.
Dipagi hari, lagi lagi datang seekor burung, namun ia lalu kembali pergi karena tak dapat menemukan makanan dari pohon tua ini.
Ranting dan daun dari pohon ini semakin banyak yang berguguran. Melihat teman-temannya yang mulai tidak dapat bertahan daun lalu berusaha menolong teman-temannya.
" Kita harus tetap bertahan teman-teman, demi pohon ini. Tidakkah kalian kasian jika kita semua berguguran, maka pohon ini akan mati kesepian " ujar daun.
Hari demi hari, pohon tua itu semakin terlihat lemah.
Angin kembali mendatangi pohon tua tersebut. Melihat angin yang datang, daun yang tidak ingin kembali penasaran dengan ucapan angin, daun pun langsung menanyakan maksud dari perkataan angin.
" Hei angin, apa maksud dari perkataan mu kemarin? Kau terus berkata kalau aku gugur akan bisa menyelamatkan pohon ini? "
" Yang pohon tua ini butuhkan adalah asupan energi untuk tubuhnya. Kau tau kenapa siklus setiap bagian pohon pada akhirnya akan gugur? " Tanya angin pada daun
" Memang kenapa? " Tanya daun masih tidak mengerti dengan ucapan angin.
" Daun, ranting, maupun buah yang gugur itu pada akhirnya akan menjadi pupuk asupan energi bagi pohon. Dengan cara seperti itulah pohon akan terus bertahan. Tugasku sendiri mengapa aku selalu berhembus adalah membantu proses penyerbukan benih baru pada pohon. Kau selalu mengatakan kau ingin menemani pohon tua ini agar tak kesepian. Namun cara yang kau lakukan itu sangatlah salah. Kau menentang siklus kehidupanmu dan akibat dari hal tersebut adalah berdampak pada pohon ini pula "
Daun mulai menyadari kesalahannya
" Setiap yang hidup itu pasti akan mati, daun " ucap angin
Setelah mendengarkan ucapan dari angin, daun pun kini ikhlas untuk mengikuti siklus dirinya. Daun tersebut akhirnya gugur diikuti oleh ranting dan daun lainnya. Pohon tersebut akhirnya dapat mendapatkan energinya kembali. Ia kini terlihat sangat subur, burung yang dulu datang, kini terlihat senang karena mendapat makanan dari pohon tersebut.

Comments

Popular Posts