Syair Amar

Udara pagi tampak begitu menusuk tulang orang-orang yang berusaha menyapa pagi di lereng gunung Sumbing ini.Sesosok gadis desa yang tak pernah kehilangan senyuman di wajahnya tampak tak terganggu dengan udara ini. Dengan riangnya ia kayuh sepeda mungilnya bersama kedua kakinya dengan kecepatan sedang. Gadis itu bernama Ningsih.
Membagikan susu menjadi rutinitas Ningsih di setiap pagi. Tak terkecuali untuk Amar, pemuda yang diam-diam menyimpan kagum pada Ningsih.
"Mas Amar.."ujar Ningsih menyapa Amar yang tengah bersiap sedari tadi menunggu Ningsih tanpa peduli dengan amukan tubuhnya yang kedinginan.
Senyuman seketika merekah dari wajah Amar, hingga rasanya mampu mengalirkan udara hangat pada tubuhnya dalam seketika. Setelah menyerahkan susu tersebut ke rumah Amar, Ningsih pun beranjak pergi.
Amar tak pernah lupa menyelipkan secarik kertas secara diam-diam ke keranjang susu yang dibawa Ningsih. Dan syair yang kali ini berikan berbunyi
Seorang gadis cantik jelita,
Telah melintas dibenakku
Seorang gadis cantik jelita,
Telah bersarang dihatiku

Doa Amar hanya satu, semoga Ningsih membacanya.

Comments

Popular Posts