Virus Corona
Lekas Sembuh Bumiku...
Magelang, 06 April 2020
Virus Corona atau Covid-19 belakangan ini memang
menjadi pandemik bagi dunia. Virus yang menyerang sistem imun tubuh ini memilki
proses penyebaran yang cukup cepat dan signifikan. Hingga saat ini kasus
Covid-19 sudah mencapai angka ratusan ribu dengan tingkat kematian yang juga
sangat tinggi dalam skala global. Di Indonesia, Covid-19 ini juga sudah
memasuki skala gawat darurat. Pemerintah Indonesia pun terus melakukan berbagai
ragam upaya penanganan untuk mencegah ataupun meminimalisir penyebaran dari
Covid-19 ini. Salah satu yang sedang digalakkannya yaitu gerakan karantina diri.
Dengan ditetapkannya wabah virus corona atau
2019-nCoV sebagai status darurat dunia, tingkat kewaspadaan masing-masing
individu pun secara tidak langsung harus ditingkatkan. Segala bentuk antisipasi
agar tidak terserang Covid-19 ini harus dilakukan sebaik mungkin oleh
masing-masing individu. Virus jenis corona ini sebenarnya bukanlah sebuah wabah
virus baru yang menyerang dunia. Pasalnya coronavirus ini masih merupakan satu
spesies atau satu keluarga dengan virus yang menyebabkan wabah MERS dan SARS di
tahun 2002 dan 2012. Dibandingkan
Covid-19, tingkat kematian akibat SARS yang penyebarannya masuk dalam kategori
epidemi justru lebih tinggi, namun jumlah kematian akibat SARS jauh lebih
rendah dibanding Covid-19.
Wabah virus corona atau Covid-19 ini memiliki tanda
atau gejala yang cukup mirip dengan gejala saaat seseorang terkena influenza
atau flu biasa. Namun justru karena gejalanya yang begitu mirip dengan gejala
flu ini membuat kebanyakan orang sulit untuk membedakan atau menyadari apakah
dirinya terkena virus corona ini atau hanya flu biasa. Gejala virus corona ini diantaranya yaitu,
demam, batuk, pilek, mengalami kesulitan untuk bernafas, sakit tenggorokan,
hingga letih dan lesu. Apabila seseorang mengalami salah satu atau seluruh
gejala-gejala di atas, maka harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada
pihak medis untuk dianalisa apakah ia terkena coronavirus atau hanya flu biasa.
Kesadaran masing-masing indinvidu saat ini sangatlah diperlukan untuk tetap
mencegah penyebaran coronavirus ini.
Berbagai cara pencegahan untuk Covid-19 inipun terus
disosialisasikan oleh WHO seperti dari yang paling sederhana hingga yang paling
mendetail. Cara paling sederhana yang tentunya bisa dilakukan oleh seluruh
individu yaitu seperti diantaranya selalu rutin mencuci tangan dengan sabun,
untuk tetap menjaga tangan kita selalu steril dan bersih. Kemudian apabila
sedang merasa kurang enak badan seperti sedang terkena batuk dan pilek,
pastikan untuk selalu mengenakan masker untuk menghindari sakitmu menjadi lebih
parah sekaligus mencegah penyebaran terhadap individu lainnya yang berada disekitarmu.
Apabila gejala batuk dan pilek yang tengah dialami menjadi semakin parah atau
tak kunjung sembuh, segeralah meminta bantuan medis. Selain selalu rutin
mencuci tangan serta kenakan masker, usahakan untuk mengurangi interaksi
langsung dengan hewan, jangan mengkonsumsi daging mentah, rajin berolahraga,
serta konsumsi makanan-makanan bergizi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
Disituasi seperti ini, tenaga medis seperti
perawat hingga dokter adalah orang-orang yang berada digarda terdepan untuk
melawan coronavirus ini, yang tentunya juga sangat rentan terkena. Pesan bagi
para tenaga medis inipun rasanya patut disampaikan oleh WHO hingga masyarakat
atau individu biasa sebagai bentuk dukungan bagi tenaga medis dalam melawan
Covid-19. Hindari kontak atau jarak dekat
dengan penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), selalu gunakan APD
(Alat Pelindung Diri), selalu mencuci tangan dengan sabun usai kontak langsung
dengan orang sakit atau lingkungan orang sakit. Bagi individu yang memiliki
gejala ISPA, ingatlah untuk selalu menerapkan etika batuk yaitu dengan menjaga jarak dengan orang atau
menutup hidung dengan tissue atau baju saat batuk terjadi. Dengan segala upaya
pencegahan dan perlindungan diri agar tidak terkena Covid-19 ini, diharapkan
dapat menjadi upaya terbaik dalam mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 ini.
Magelang, 06 April 2020
Comments
Post a Comment