Pangeran yang Kehilangan Mahkotanya
Bersombong ia pada langit
Berbangga ia dengan mahkotanya
Berkacak pinggang, merasa berkuasa
Manusia saling berbisik mengucap benci
Bumi acuh tak acuh dengan keberadaannya
Langit menggeleng prihatin
Katanya, ia tak lebih berarti dari debu
Tak lebih hina dari penjudi
Tak lebih kotor dari seonggok sampah
Karma itu datang menjemputnya
Hukum itu datang merangkulnya
Sang Pangeran terduduk lemas tak berdaya
Mahkota kebanggaannya terkulai, hancur berkeping-keping
Penyesalan tak kunjung terucap dari bibirnya
Sungguh malang, nasib Sang Pangeran
Magelang, 21 Mei 2020
Comments
Post a Comment