Kepompong yang Bersedih
Hari ini akhirnya tiba
Waktu memaksanya untuk keluar secepatnya
Menatap dunia yang katanya indah diselimuti beragam cerita
Retak perlahan tiap bagian kulit itu
Secuil lubang rompal terbentuk
Si buruk rupa yang telah menjadi permata itu, mengintip penuh malu
Rasa sesak memenuhi tubuh dan sayap indahnya
Tapi siapa sangka,
Sang kepompong yang telah berubah itu, menitikkan air mata
"Meski telah menjadi permata,
Aku tak akan sanggup bertahan di luar sana." Begitu ujarnya.
Magelang, 29 Juli 2020
Comments
Post a Comment