Berteman pada Acuh

Sesekali menjadi kesal
Sesekali ingin memaki
Berkali-kali runtuh rasa percaya diri

Bukan tanpa sebab lho...
Orang anggap bercanda semuanya
Tapi diri menjadi dengki dan iri

Senang hati kala dipuji
Marah hati kala dicaci
Ucap demi ucap kata masuk tanpa izin ke telinga

Wahai si pemerhati, bertemanlah dengan acuh
Bangun benteng pelindung bersamanya
Ucapkan tak peduli pada semuanya

Jangan terlalu sering melebarkan telinga, kalau bisa tutup rapat-rapat
Jangan terlalu sering melibatkan hati, kalau bisa jauhkan sejauh-jauhnya

Hidupku milikku
Bukan milik mereka.

Magelang, 04 Agustus 2020

Comments

Popular Posts