Tangis Kunang-Kunang
Si Kecil itu menangis di kegelapan
Kerlipnya meredup, isaknya terabaikan
Mendongak ia menatap langit
Perih, kembali dirasanya
Kala melihat bintang di atas sana
Kembali iri itu merudungnya
Mencercanya tanpa belas kasihan
Si kecil kembali tersedu
Tangisnya masih tertahan dengan isak yang terabaikan
Si kecil itu namanya Kunang-Kunang
Tubuhnya sekecil kuku tangan
Memiliki cahaya, tapi tak sebesar bintang
Usia hidupnya jauh dari kata panjang
Si kecil kerap iri
Dengan mereka yang lebih besar darinya
Lebih indah darinya
Lebih diperhatikan sekitarnya
Tapi ia bisa apa?
Terlalu kecil baginya untuk bersuara
Bisanya si kecil hanya bungkam, menahan, dan terlampiaskan lewat tangis.
Malangnya nasib si kecil itu...
Magelang, 30 Agustus 2020
Comments
Post a Comment