Juwita Malam
"Bagaimana harimu hari ini?"
"Masih sama seperti biasanya. Melelahkan"
"Mau aku pijit?"
"Terima kasih"
Seperti malam-malam lainnya, Aji selalu melepaskan segala penat dan keluh kesahnya usai seharian bekerja dihadapan Rahayu. Keduanya akan menghabiskan malam berdua, dengan Aji yang tertidur nyaman di pangkuan Rahayu sembari bercerita ini itu tanpa henti.
"Hari ini, aku memiliki banyaaakk sekali pekerjaan yang harus dikerjakan. Tubuhku rasanya sudah kehabisan energi sepenuhnya."
Rahayu hanya tersenyum mendengarkan keluh kesah dari Aji sembari tangannya terus memijat tubuh Aji.
"Terus, meskipun aku sudah bekerja dengan sungguh-sungguh, bosku nyatanya tetap saja memarahi kesalahan kecil yang tak sengaja aku lakukan"
Rahayu lagi-lagi hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Aji.
"Rahayu..ada tamu"
"Sebentar ya Ji" Rahayu pun kemudian meninggalkan Aji usai mendengar namanya dipanggil oleh temannya yang bernama Mirna.
Melihat kepergian Rahayu, Aji mendengus dengan kesal.
Malam itu, Rahayu ternyata tak kunjung kembali menemui Aji hingga Aji pun akhirnya tertidur dan terbangun di pagi hari dalam keadaan sendirian tanpa Rahayu.
Dengan langkah malas, Aji kemudian bersiap untuk melakukan rutinitas pekerjaannya yang melelahkan.
Aku berangkat ya Rahayu. Jangan lupa istirahat. Sampai bertemu nanti malam.
Aji meninggalkan sebuah pesan singkat untuk Rahayu sebelum kemudian berlalu pergi meninggalkan kamar Rahayu.
Seperti janji Aji dalam sepucuk pesan yang tadi ditinggalkan untuk Rahayu, malam ini Aji kembali menemui Rahayu dan berharap dapat menghabiskan malam bersama.
"Selamat malam" kedatangannya pun disambut hangat oleh Rahayu yang terlihat cantik dalam balutan dress tidur berwarna merah.
"Bagaimana harimu hari ini?" Rahayu tak pernah lupa menanyakan pertanyaan ini pada Aji di setiap pertemuannya.
"Lebih baik daripada hari kemarin" Aji menjawab pertanyaan Rahayu itu sembari mengusap lembut puncak kepala Rahayu.
Malam ini, Rahayu tak kedatangan tamu sehingga Aji pun dapat dengan leluasa menghabiskan malam bersama dengan Rahayu.
Keesokan harinya, Aji terbangun bersama Rahayu yang tertidur pulas di sampingnya, semalam ia benar-benar puas bercerita bersama Rahayu. Ia kemudian bersiap untuk segera bekerja dan meninggalkan Rahayu yang masih tertidur.
Hari demi hari berlalu begitu saja, bulan demi bulan berganti dengan begitu cepatnya. Rutinitas Aji yang selalu menghabiskan malam bersama dengan Rahayu ini pun akhirnya perlahan mulai semakin jarang. Aji kini sedang sibuk menyiapkan ini itu. Aji sadar, bahwa inilah waktunya. Malam itu, Aji kembali datang menemui Rahayu. Seperti biasa, kedatangannya disambut hangat oleh Rahayu.
"Selamat malam. Bagaimana semua persiapannya? Lancar?"
Tak seperti pertanyaan di pertemuan-pertemuan sebelumnya, Rahayu pun sepertinya tahu apa yang hendak dikatakan oleh Aji malam ini.
Aji menanggapi ucapan Rahayu itu dengan anggukan.
"Acaranya lusa" Aji berucap memberitahu Rahayu.
"Terima kasih ya" Aji kembali berucap.
"Sama-sama Ji"
"Kamu perempuan baik Rahayu"
"Terima kasih"
"Aku selalu doakan untuk kebahagiaanmu"
"Begitupun dengan aku. Aku turut berbahagia untuk kamu dan calon istrimu"
Rahayu mengulurkan tangannya ke arah Aji yang kemudian segera mendapat balasan dari Aji. Terlukis senyuman bahagia di wajahnya.
"Berhenti melakukan hal yang tidak kamu sukai. Termasuk menemui tamu-tamu itu. Kamu berhak untuk dihormati dan bahagia dengan pilihanmu"
Rahayu menanggapi ucapan Aji dengan senyuman, dan kembali mengucapkan terima kasih untuk segala perhatian yang Aji berikan untuknya. Malam itu, Aji tidak singgah dan menghabiskan malam bersama Rahayu. Kedatangan Aji di malam itu adalah kedatangan untuk pamit. Dimalam-malam selanjutnya, Aji tak akan pernah datang lagi. Aji akan mulai menjalani kehidupan barunya, membangun keluarga kecilnya. Dan Rahayu, akan masih menjalani perannya sebagai sang juwita malam, begitulah sebutan manis yang Aji berikan untuk Rahayu. Juwita malam, sosok manis nan anggun dengan pesona bak rembulan.
Magelang, 14 Juni 2021
Comments
Post a Comment